.nav .select a:hover, .nav .select li:hover a { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif); padding:0 0 0 15px; cursor:pointer; color:#2b3238; } .nav .select a b{ font-weight:bold; } .nav .select a:hover b, .nav .select li:hover a b { display:block; float:left; padding:0 30px 0 15px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif) right top; cursor:pointer; } .nav .select_sub { display:none; } /* IE6 only */ .nav table { border-collapse:collapse; margin:-1px; font-size:1em; width:0; height:0; } .nav .sub { display:table; margin:0 auto; padding:0; list-style:none; } .nav .sub_active .current_sub a, .nav .sub_active a:hover { background:transparent; color:#2b3238; } .nav .select :hover .select_sub, .nav .current .show { display:block; position:absolute; width:100%; top:35px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiymSfVH5Ul8cza1nLnF3F-r-Qbn6cisADvu2xvhIQa0bNU2rpR3z3WoG68k-J18bUZZPz4U0-wZnGUCUVtkOAug-2xsm3md3Jn9jPzZehoLoE6xFIPouMt4NmWltBtUTv0gXB4tcCzNxI/s1600/back.gif); padding:0; z-index:100; left:0; text-align:center; } .nav .current .show { z-index:10; } .nav .select :hover .sub li a, .nav .current .show .sub li a { display:block; float:left; background:transparent; padding:0 10px 0 10px; margin:0; white-space:nowrap; border:0; color:#2b3238; } .nav .current .sub li.sub_show a { color:#2b3238; cursor:default; } .nav .select .sub li a { font-weight:normal; } .nav .select :hover .sub li a:hover, .nav .current .sub li a:hover { visibility:visible; color:#73a0d2; }

catatan-admep.blogspot.com

catatan-admep.blogspot.com

Minggu, 25 September 2011

Penyakit Organ Reproduksi

*Klamidia

Tipe: Bakterial

Cara Penularan: Hubungan seks vaginal dan
anal.

Pengobatan: Infeksi dapat diobati dengan
antibiotik. Namun pengobatan tersebut tidak
dapat menghilangkan kerusakan yang timbul
sebelum pengobatan dilakukan.

Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seksual
secara vaginal maupun anal dengan orang yang
terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan
yang 100% efektif. Kondom dapat mengurangi
tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali
risiko tertular penyakit ini.

*Gonore

Tipe: Bakterial

Cara penularan: Hubungan seks vaginal, anal
dan oral.

Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seksual
baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang
terinfeksi adalah satu-satunya cara yang 100%
efektif untuk pencegahan. Kondom dapat
mengurangi tetapi tidak dapat menghilangkan
sama sekali risiko penularan penyakit ini.

*Hepatitis B (HBV)

Tipe: Viral

Cara Penularan: Hubungan seks vaginal, oral
dan khususnya anal; memakai jarum suntik
bergantian; perlukaan kulit karena alat-alat medis
dan kedokteran gigi; melalui transfusi darah.

Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seks
dengan orang yang terinfeksi khususnya seks
anal, di mana cairan tubuh, darah, air mani dan
secret vagina paling mungkin dipertukarkan
adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100%
efektif mencegah penularan virus hepatitis B
melalui hubungan seks. Kondom dapat
menurunkan risiko tetapi tidak dapat sama sekali
menghilangkan risiko untuk tertular penyakit ini
melalui hubungan seks. Hindari pemakaian
narkoba suntik dan memakai jarum suntik
bergantian. Bicarakan dengan petugas kesehatan
kewaspadaan yang harus diambil untuk
mencegah penularan Hepatitis B, khususnya
ketika akan menerima tranfusi produk darah atau
darah. Vaksin sudah tersedia dan disarankan
untuk orang-orang yang berisiko terkena infeksi
Hepatitis B. Sebagai tambahan, vaksinasi
Hepatitis B sudah dilakukan secara rutin pada
imunisasi anak-anak sebagaimana
direkomendasikan oleh the American Academy of
Pediatrics.

Herpes Genital (HSV-2)

Tipe: Viral

Cara Penularan: Herpes menyebar melalui
kontak seksual antar kulit dengan bagian-bagian
tubuh yang terinfeksi saat melakukan hubungan
seks vaginal, anal atau oral. Virus sejenis dengan
strain lain yaitu Herpes Simplex Tipe 1 (HSV-1)
umumnya menular lewat kontak non-seksual dan
umumnya menyebabkan luka di bibir. Namun,
HSV-1 dapat juga menular lewat hubungan seks
oral dan dapat menyebabkan infeksi alat kelamin.

Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seks
secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang
terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan
yang 100% efektif mencegah penularan virus
herpes genital melalui hubungan seks. Kondom
dapat mengurangi risiko tetapi tidak dapat
samasekali menghilangkan risiko tertular penyakit
ini melalui hubungan seks. Walaupun memakai
kondom saat melakukan hubungan seks, masih
ada kemungkinan untuk tertular penyakit ini yaitu
melalui adanya luka di daerah kelamin.

HIV/AIDS

Tipe: Viral

Cara Penularan: Hubungan seks vaginal, oral
dan khususnya anal; darah atau produk darah
yang terinfeksi; memakai jarum suntik bergantian
pada pengguna narkoba; dan dari ibu yang
terinfeksi kepada janin dalam kandungannya, saat
persalinan, atau saat menyusui.

Pengobatan: Belum ada pengobatan untuk
infeksi ini. Obat-obat anti retroviral digunakan
untuk memperpanjang hidup dan kesehatan
orang yang terinfeksi. Obat-obat lain digunakan
untuk melawan infeksi oportunistik yang juga
diderita.

Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seksual
dengan orang yang terinfeksi, khususnya
hubungan seks anal, di mana cairan tubuh,
darah, air mani atau secret vagina paling mungkin
dipertukarkan, adalah satu-satunya cara yang
100% efektif untuk mencegah penularan HIV
melalui hubungan seks. Kondom dapat
menurunkan risiko penularan tetapi tidak
menghilangkan sama sekali kemungkinan
penularan. Hindari pemakaian narkoba suntik
dan saling berbagi jarum suntik. Diskusikan
dengan petugas kesehatan tindakan kewaspadaan
yang harus dilakukan untuk mencegah penularan
HIV, terutama saat harus menerima transfusi
darah maupun produk darah.

*Sifilis

Tipe: Bakterial

Cara Penularan: Cara penularan yang paling
umum adalah hubungan seks vaginal, anal atau
oral. Namun, penyakit ini juga dapat ditularkan
melalui hubungan non-seksual jika ulkus atau
lapisan mukosa yang disebabkan oleh sifilis
kontak dengan lapisan kulit yang tidak utuh
dengan orang yang tidak terinfeksi.

Pengobatan: Penyakit ini dapat diobati dengan
penisilin; namun, kerusakan pada organ tubuh
yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki.

Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seks
secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang
terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan
yang 100% efektif mencegah penularan sifilis
melalui hubungan seksual.

*Trikomoniasis

Tipe: Disebabkan oleh protozoa Trichomonas
vaginalis.

Prevalensi: Trikomoniasis adalah PMS yang
dapat diobati yang paling banyak terjadi pada
perempuan muda dan aktif seksual.
Diperkirakan, 5 juta kasus baru terjadi pada
perempuan dan laki-laki.
Cara Penularan: Trikomoniasis menular melalui
kontak seksual. Trichomonas vaginalis dapat
bertahan hidup pada benda-benda seperti baju-
baju yang dicuci, dan dapat menular dengan
pinjam meminjam pakaian tersebut.

Pencegahan:Hindari
untuk saling pinjam meminjam handuk atau
pakaian dengan orang lain untuk mencegah
penularan non-seksual dari penyakit ini.

Tidak ada komentar: