.nav .select a:hover, .nav .select li:hover a { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif); padding:0 0 0 15px; cursor:pointer; color:#2b3238; } .nav .select a b{ font-weight:bold; } .nav .select a:hover b, .nav .select li:hover a b { display:block; float:left; padding:0 30px 0 15px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif) right top; cursor:pointer; } .nav .select_sub { display:none; } /* IE6 only */ .nav table { border-collapse:collapse; margin:-1px; font-size:1em; width:0; height:0; } .nav .sub { display:table; margin:0 auto; padding:0; list-style:none; } .nav .sub_active .current_sub a, .nav .sub_active a:hover { background:transparent; color:#2b3238; } .nav .select :hover .select_sub, .nav .current .show { display:block; position:absolute; width:100%; top:35px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiymSfVH5Ul8cza1nLnF3F-r-Qbn6cisADvu2xvhIQa0bNU2rpR3z3WoG68k-J18bUZZPz4U0-wZnGUCUVtkOAug-2xsm3md3Jn9jPzZehoLoE6xFIPouMt4NmWltBtUTv0gXB4tcCzNxI/s1600/back.gif); padding:0; z-index:100; left:0; text-align:center; } .nav .current .show { z-index:10; } .nav .select :hover .sub li a, .nav .current .show .sub li a { display:block; float:left; background:transparent; padding:0 10px 0 10px; margin:0; white-space:nowrap; border:0; color:#2b3238; } .nav .current .sub li.sub_show a { color:#2b3238; cursor:default; } .nav .select .sub li a { font-weight:normal; } .nav .select :hover .sub li a:hover, .nav .current .sub li a:hover { visibility:visible; color:#73a0d2; }

catatan-admep.blogspot.com

catatan-admep.blogspot.com

Rabu, 07 September 2011

Daftar Kekurangan

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan
acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua
kawan-kawan dan keluarga mereka hadir
menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia
tersebut. Suatu acara yang luar biasa
mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun
putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam
yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang
setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-
sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata
kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca
sebuah artikel di majalah tentang bagaimana
memperkuat tali pernikahan” katanya sambil
menyodorkan majalah tersebut.
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang
kurang kita sukai dari pasangan kita.
Kemudian, kita akan membahas bagaimana
merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup
pernikahan kita bersama lebih bahagia…..”
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan
hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai
dan berjanji tidak akan tersinggung ketika
pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik
sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka
bersama. Malam itu mereka sepakat untuk
berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas
dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap
mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”,
kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman…
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal
yang tidak dia sukai dari suaminya, ia
memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai
mengalir…..
“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya.
“Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua
yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya
dengan manis diatas meja dan berkata dengan
bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang
membacakan daftarmu”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku
tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku
berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku
tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu
sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak
satupun dari pribadimu yang kudapatkan
kurang…. ”
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan
dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.
Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia
menunduk dan menangis…..
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa
dikecewakan, depressi, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh
dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan
sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan
jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang
indah di sekeliling kita ? Kita akan menjadi orang
yang berbahagia jika kita mampu melihat dan
bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba
melupakan yang buruk.

Tidak ada komentar: