.nav .select a:hover, .nav .select li:hover a { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif); padding:0 0 0 15px; cursor:pointer; color:#2b3238; } .nav .select a b{ font-weight:bold; } .nav .select a:hover b, .nav .select li:hover a b { display:block; float:left; padding:0 30px 0 15px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif) right top; cursor:pointer; } .nav .select_sub { display:none; } /* IE6 only */ .nav table { border-collapse:collapse; margin:-1px; font-size:1em; width:0; height:0; } .nav .sub { display:table; margin:0 auto; padding:0; list-style:none; } .nav .sub_active .current_sub a, .nav .sub_active a:hover { background:transparent; color:#2b3238; } .nav .select :hover .select_sub, .nav .current .show { display:block; position:absolute; width:100%; top:35px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiymSfVH5Ul8cza1nLnF3F-r-Qbn6cisADvu2xvhIQa0bNU2rpR3z3WoG68k-J18bUZZPz4U0-wZnGUCUVtkOAug-2xsm3md3Jn9jPzZehoLoE6xFIPouMt4NmWltBtUTv0gXB4tcCzNxI/s1600/back.gif); padding:0; z-index:100; left:0; text-align:center; } .nav .current .show { z-index:10; } .nav .select :hover .sub li a, .nav .current .show .sub li a { display:block; float:left; background:transparent; padding:0 10px 0 10px; margin:0; white-space:nowrap; border:0; color:#2b3238; } .nav .current .sub li.sub_show a { color:#2b3238; cursor:default; } .nav .select .sub li a { font-weight:normal; } .nav .select :hover .sub li a:hover, .nav .current .sub li a:hover { visibility:visible; color:#73a0d2; }

catatan-admep.blogspot.com

catatan-admep.blogspot.com

Kamis, 08 September 2011

Kekuatan atau Kelemahan

Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat
seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia
sangat menyukai beladiri judo, dan sudah
mengikuti latihan di sebuah dojo.
Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan
satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk
sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas,
karena ia melihat murid-murid lainnya
mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya
setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan
kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru;
“Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama
6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”.
Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau
murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang
engkau perlukan” Ia tak berani lagi bertanya dan
memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin
lama jurus itu semakin dikuasainya dan
mendarah daging dalam dirinya. Tak ada
seorangpun yang semahir dia dalam
menggunakan jurus tsb.
Setahun kemudian, sang guru menyertakan
dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota.
Walaupun merasa pesimis & minder, ia menuruti
permintaan sang guru & mereka berangkat ke
ibukota.
Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan
mudah ia bisa menjatuhkan & mengunci lawan-
lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai
akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di
babak Final. Walau memakan waktu cukup lama
dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia
berhasil memenangkan pertandingan.
Dalam perjalanan pulang, sembari membahas &
mengevaluasi pertarungannya, sang anak
bertanya kembali “Sensei, saya heran, mengapa
hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa
memenangi pertandingan. Saya masih belum
mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya
saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”
Sang Sensei tersenyum & berkata; “Muridku, Cara
bertarung setiap orang adalah unik, tergantung
dari kekuatan & kelemahannya. Praktisi beladiri
perlu mempelajari berbagai teknik & jurus
sampai akhirnya ia menemukan kekuatan &
kelemahannya dan akhirnya memilih teknik &
jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yg memanfaatkan
kekuatanya dan menutupi kekurangan atau
bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.
“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah
jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan
waktu mempelajari berbagai jurus & teknik yang
sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu
paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut
salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya
cara untuk menghadapinya adalah dengan
mengunci lengan
kirimu”.
Kadang orang mengira bahwa kekurangannya
merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya.
Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat
kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih.
Orang-orang yg memahami kekurangannya
seharusnya bisa menyadari hal2 yang mustahil ia
lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk
mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah
orang2 yang menggunakan semaksimal
kekuatannya dan juga berhasil menggunakan
kelemahannya juga sebagai kekuatan.

Tidak ada komentar: