.nav .select a:hover, .nav .select li:hover a { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif); padding:0 0 0 15px; cursor:pointer; color:#2b3238; } .nav .select a b{ font-weight:bold; } .nav .select a:hover b, .nav .select li:hover a b { display:block; float:left; padding:0 30px 0 15px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif) right top; cursor:pointer; } .nav .select_sub { display:none; } /* IE6 only */ .nav table { border-collapse:collapse; margin:-1px; font-size:1em; width:0; height:0; } .nav .sub { display:table; margin:0 auto; padding:0; list-style:none; } .nav .sub_active .current_sub a, .nav .sub_active a:hover { background:transparent; color:#2b3238; } .nav .select :hover .select_sub, .nav .current .show { display:block; position:absolute; width:100%; top:35px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiymSfVH5Ul8cza1nLnF3F-r-Qbn6cisADvu2xvhIQa0bNU2rpR3z3WoG68k-J18bUZZPz4U0-wZnGUCUVtkOAug-2xsm3md3Jn9jPzZehoLoE6xFIPouMt4NmWltBtUTv0gXB4tcCzNxI/s1600/back.gif); padding:0; z-index:100; left:0; text-align:center; } .nav .current .show { z-index:10; } .nav .select :hover .sub li a, .nav .current .show .sub li a { display:block; float:left; background:transparent; padding:0 10px 0 10px; margin:0; white-space:nowrap; border:0; color:#2b3238; } .nav .current .sub li.sub_show a { color:#2b3238; cursor:default; } .nav .select .sub li a { font-weight:normal; } .nav .select :hover .sub li a:hover, .nav .current .sub li a:hover { visibility:visible; color:#73a0d2; }

catatan-admep.blogspot.com

catatan-admep.blogspot.com

Selasa, 06 September 2011

Anak Anjing

Sebuah toko hewan peliharaan (pet store)
memasang papan iklan yang menarik bagi anak-
anak kecil, “dijual anak anjing”. Segera saja
seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko
dan bertanya “Berapa harga anak anjing yang
anda jual itu?”
Pemilik toko itu menjawab, “Harganya berkisar
antara 30 - 50 Dollar.”
Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan
mengeluarkan beberapa keping uang, “Aku hanya
mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku melihat-
lihat anak anjing yang anda jual itu?”
Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul
memanggil anjing-anjingnya. Tak lama dari
kandang aning munculah anjingnya yang
bernama Lady yang diikuti oleh lima ekor anak
anjing. Mereka berlari-larian di sepanjang lorong
toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak
berlari tertinggal paling belakang.
Si anak lelaki itu menunjuk pada anak anjing yang
paling terbelakang dan tampak cacat itu.
Tanyanya, “Kenapa dengan anak anjing itu?
Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan
anak anjing itu mempunyai kelainan di
pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur
hidupnya.
Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, “Aku
beli anak anjing yang cacat itu.”
Pemilik toko itu menjawab, “Jangan, jangan beli
anak anjing yang cacat itu. Tapi jika kau ingin
memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu
padamu.”
Anak lelaki itu jadi kecewa. Ia menatap pemilik
toko itu dan berkata, “Aku tak mau kau
memberikan anak anjing itu cuma-cuma padaku.
Meski cacat anak anjing itu tetap mempunyai
harga yang sama sebagaimana anak anjing yang
lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu.
Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 Dollar. Tetapi
setiap hari akan akan mengangsur 0,5 Dollar
sampai lunas harga anak anjing itu.”
Tetapi lelaki itu menolak, “Nak, kau jangan
membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat.
Dia tidak bisa melompat dan bermain
sebagaiman anak anjing lainnya.”
Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia melepas menarik
ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu
tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap
pemilik toko itu dan berkata, “Tuan, aku pun tidak
bisa berlari dengan cepat. Aku pun tidak bisa
melompat-lompat dan bermain-main
sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku
tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan
seseorang yang mau mengerti penderitaannya.”
Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata
menetes dari sudut matanya. Ia tersenyum dan
berkata, “Aku akan berdoa setiap hari agar anak-
anak anjing ini mempunyai majikan sebaik
engkau.”
Bahkan mereka yang cacat pun mempunyai nilai
yang sama dengan mereka yang normal……………

Tidak ada komentar: