.nav .select a:hover, .nav .select li:hover a { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif); padding:0 0 0 15px; cursor:pointer; color:#2b3238; } .nav .select a b{ font-weight:bold; } .nav .select a:hover b, .nav .select li:hover a b { display:block; float:left; padding:0 30px 0 15px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif) right top; cursor:pointer; } .nav .select_sub { display:none; } /* IE6 only */ .nav table { border-collapse:collapse; margin:-1px; font-size:1em; width:0; height:0; } .nav .sub { display:table; margin:0 auto; padding:0; list-style:none; } .nav .sub_active .current_sub a, .nav .sub_active a:hover { background:transparent; color:#2b3238; } .nav .select :hover .select_sub, .nav .current .show { display:block; position:absolute; width:100%; top:35px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiymSfVH5Ul8cza1nLnF3F-r-Qbn6cisADvu2xvhIQa0bNU2rpR3z3WoG68k-J18bUZZPz4U0-wZnGUCUVtkOAug-2xsm3md3Jn9jPzZehoLoE6xFIPouMt4NmWltBtUTv0gXB4tcCzNxI/s1600/back.gif); padding:0; z-index:100; left:0; text-align:center; } .nav .current .show { z-index:10; } .nav .select :hover .sub li a, .nav .current .show .sub li a { display:block; float:left; background:transparent; padding:0 10px 0 10px; margin:0; white-space:nowrap; border:0; color:#2b3238; } .nav .current .sub li.sub_show a { color:#2b3238; cursor:default; } .nav .select .sub li a { font-weight:normal; } .nav .select :hover .sub li a:hover, .nav .current .sub li a:hover { visibility:visible; color:#73a0d2; }

catatan-admep.blogspot.com

catatan-admep.blogspot.com

Selasa, 06 September 2011

I Love Mom

Pada suatu sore yang cerah, seorang anak
menghampiri ibunya di dapur yang sedang
menyiapkan makan malam ,dan ia menyerahkan
selembar kertas yang selesai dia tulis. Si ibu
tersenyum menyambut kertas itu, dan setelah
mengeringkan tangannya dengan celemek, ia
membacanya.
Dan inilah tulisan si anak itu:
Untuk memotong rumput minggu ini Rp.
7.500,00
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp.
5.000,00
Untuk pergi ke toko menggantikan Mama Rp.
10.000,00
Untuk menjaga adik waktu Mama belanja Rp.
15.000,00
Untuk membuang sampah setiap hari Rp.
5.000,00
Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp.
12.500,00
Total jumlah hutang Rp. 80.000,00
Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ
dengan penuh harap, dan berbagai kenangan
terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia
mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan
menulis:
Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung
kamu selama kamu tumbuh dalam perut Mama,
GRATIS.
Untuk semua malam ketika Mama menemani
kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu,
GRATIS.
Untuk semua saat susah, dan semua air mata
yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut
dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang,
GRATIS.
Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka
hidungmu, GRATIS.
Anakku, dan kalau kamu menjumlahkan
semuanya, harga cinta sejati Mama adalah
GRATIS.
Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya,
ia menatap wajah ibunya dan berkata: “Ma, aku
sayang sekali pada Mama”.
Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis
dengan huruf besar-besar: “LUNAS”
Apakah menurutmu ini cerita yang indah?
Jika ya, kabarkanlah pada semua orang, bahwa
orang yang paling mencintainya, selalu ada di
dekatnya: SEORANG IBU.

Tidak ada komentar: