.nav .select a:hover, .nav .select li:hover a { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif); padding:0 0 0 15px; cursor:pointer; color:#2b3238; } .nav .select a b{ font-weight:bold; } .nav .select a:hover b, .nav .select li:hover a b { display:block; float:left; padding:0 30px 0 15px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzuXkABR4btTIlf2jw-SVDHXdfPYaHRu9PNC4nbr8Gbm1e0-ebIhgHc7iqK7mTd2rVKMt-g2WZ7oqgbXiC3XQ2fliK-81a8So5i0Mh3_lFUWE1DYGFo8eQy6rnrULj09SEAFbl2t6Vvy8/s1600/hover.gif) right top; cursor:pointer; } .nav .select_sub { display:none; } /* IE6 only */ .nav table { border-collapse:collapse; margin:-1px; font-size:1em; width:0; height:0; } .nav .sub { display:table; margin:0 auto; padding:0; list-style:none; } .nav .sub_active .current_sub a, .nav .sub_active a:hover { background:transparent; color:#2b3238; } .nav .select :hover .select_sub, .nav .current .show { display:block; position:absolute; width:100%; top:35px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiymSfVH5Ul8cza1nLnF3F-r-Qbn6cisADvu2xvhIQa0bNU2rpR3z3WoG68k-J18bUZZPz4U0-wZnGUCUVtkOAug-2xsm3md3Jn9jPzZehoLoE6xFIPouMt4NmWltBtUTv0gXB4tcCzNxI/s1600/back.gif); padding:0; z-index:100; left:0; text-align:center; } .nav .current .show { z-index:10; } .nav .select :hover .sub li a, .nav .current .show .sub li a { display:block; float:left; background:transparent; padding:0 10px 0 10px; margin:0; white-space:nowrap; border:0; color:#2b3238; } .nav .current .sub li.sub_show a { color:#2b3238; cursor:default; } .nav .select .sub li a { font-weight:normal; } .nav .select :hover .sub li a:hover, .nav .current .sub li a:hover { visibility:visible; color:#73a0d2; }

catatan-admep.blogspot.com

catatan-admep.blogspot.com

Sabtu, 08 Oktober 2011

Mujizat Nyanyian Seorang Kakak

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di
Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen
namanya sedang mengandung bayinya yang ke
dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen
membantu Michael anaknya pertama yang baru
berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya.
Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali
ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan
karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering
menyanyi bagi adiknya yang masih diperut
ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang
sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi
sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius.
Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael
dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang
kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang
merawat dengan sedih berterus terang kepada
Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita
inginkan terjadi.
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan
dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang
Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara
penguburan buat putrinya sewaktu-waktu
dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya
Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek
terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya
kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut
dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali
diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen
tetap menganggap rengekan Michael rengekan
anak kecil.
Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-
anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau
mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar
Michael melihat adiknya untuk yang terakhir
kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice
gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak
kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi,
suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak
kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap
tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum
menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan
kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya
bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam
menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh
lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus
dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke
ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang
sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael
menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang
kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang
nyaring “… You are my sunshine, my only
sunshine, you make me happy when skies are
grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon.
Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari
kakaknya.
You never know, dear, How much I love you.
Please don’t take my sunshine away. Denyut
nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru
melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus,
… terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya
… The other night, dear, as I laid sleeping, I
dream, I held you in my hands … dan sang
adikpun meregang, seolah menghela napas
panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur …
I’ll always love you and make you happy, if you
will only stay the same … Sang adik kelihatan
begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan
air matanya. Michael terus bernyanyi dan …
adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan
damai … lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini
ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah
terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang
baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi
sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis
tak habis pikir atas kejadian yang menimpa
pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa
menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan
Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat
Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar
biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal
hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi
yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun
membutuhkan mulut kecil si Michael untuk
mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati
polos seorang anak kecil “Michael” untuk
memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan,
tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA
menghendaki terjadi.
Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri
orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah
perhitungkan …

Tidak ada komentar: